Daikin Pimpin Transisi Industri AC ke Refrigerant R-32 di Indonesia
Daikin Indonesia secara resmi mengumumkan penyelesaian transisi seluruh lini produk AC residential ke refrigerant R-32 pada kuartal kedua 2026. Langkah ini menjadikan Daikin sebagai produsen AC pertama di Indonesia yang 100% menggunakan refrigerant R-32 di seluruh produk residensialnya.
Apa itu R-32 dan Mengapa Penting?
R-32 adalah jenis refrigerant (zat pendingin) yang memiliki Global Warming Potential (GWP) sebesar 675 - jauh lebih rendah dibandingkan R-410A yang memiliki GWP 2.088. Artinya, jika terjadi kebocoran, dampak pemanasan global dari R-32 hanya sepertiga dari R-410A.
Selain lebih ramah lingkungan, R-32 juga menawarkan keunggulan teknis:
- Efisiensi energi 10% lebih tinggi dibandingkan sistem R-410A setara
- Jumlah refrigerant yang dibutuhkan 30% lebih sedikit per unit
- Dapat didaur ulang dan digunakan kembali
- Tidak mengandung chlorine sehingga tidak merusak lapisan ozon
Regulasi dan Komitmen Global
Transisi ini sejalan dengan Kigali Amendment to the Montreal Protocol yang mengharuskan pengurangan bertahap penggunaan HFC (Hydrofluorocarbon) dengan GWP tinggi. Indonesia sebagai negara penandatangan berkomitmen untuk mengurangi penggunaan HFC sebesar 80% pada tahun 2045.
"Kami tidak menunggu regulasi mewajibkan. Daikin memilih untuk memimpin - karena masa depan planet ini terlalu penting untuk dipertaruhkan." - Chief Technology Officer Daikin Indonesia
Dampak pada Konsumen
Perubahan ke R-32 tidak memerlukan modifikasi apapun dari sisi konsumen. Semua unit Daikin baru sudah menggunakan R-32 secara default, dan produk lama dengan R-410A tetap dapat diservis seperti biasa hingga masa pakainya habis.
Harga unit AC dengan R-32 tidak mengalami kenaikan signifikan karena efisiensi proses produksi yang lebih baik mengimbangi biaya transisi.


